jump to navigation

Mereka yang tidak dicintai Ilahi Mac 4, 2006

Posted by ummahonline in Artikel.
trackback

Oleh: Jalaluddin RakhmatDalam Al-Quran, tidak ada kata “membenci” tapi yang ada adalah kata “tidak mencintai”. Sebelum kata yuhibbu, di awali dulu dengan kata ‘la’. Innallaha layuhibbu (sesungguhnya Allah tidak mencintai). Yang tidak dicintai Tuhan kadang-kadang merupakan orang atau perbuatan.

Pertama, mu’tadin, orang-orang yang melakukan sesuatu dengan melewati batas. Dalam Al-Quran disebutkan, “Perangilah orang yang memerangi kamu. Janganlah kamu melewati batas. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang yang melewati batas.” (QS. Al-Baqarah: 190).
Dalam perintah perang pun, kita tidak boleh melakukan hal-hal yang melewati batas. Di dalam peperangan Islam, misalnya, kita tidak boleh menyerang atau mengejar musuh yang sudah lari, merosak tanaman, mengganggu perempuan, atau mengganggu orang-orang yang sedang beribadat dan sebagainya.

Kedua, dalam Al-Quran, di antara orang-orang yang tidak dicintai Allah adalah orang yang berbuat kerosakan (kafir yang berkhianat), orang-orang yang berbuat zalim, orang-orang yang sombong, para pengkhianat, para pembuat kerosakan, orang-orang yang berlebihan.

Apa saja yang berlebihan? Tidak dicintai oleh Allah. Ayat ini berkenaan dengan perintah makan dan minum: Makan dan minumlah kamu, tapi jangan berlebih-lebihan kerana Allah tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf: 31)

Jalaluddin Rumi bercerita tentang orang yang dalam hidupnya hanya mengejar makanan saja. Rumi menggambarkan dengan bagus dengan mengatakan, “Orang itu hanya taat kepada satu perintah Tuhan, yaitu: Makan dan minumlah kamu. Tapi ia tidak menaati kalimat yang berikutnya.”

Dalam Al-Quran, ada cerita bahawa suara yang paling jelek di hadapan Allah adalah suara keldai. Sesungguhnya suara yang paling jelek adalah suara keldai (QS. Lukman: 19). Menurut Rumi, yang di maksudkan dengan paling jelek suaranya bukanlah yang paling keras suaranya.

Ketika Allah menciptakan seluruh makhluk dan ruh ditiupkan ke dalam diri mereka, semuanya hidup. Kalimat pertama yang mereka ucapkan adalah memuji Allah swt, bertasbih kepada-Nya. Tapi ketika semua bertasbih, keldai tidak bertasbih. Dia diam saja. Suatu saat ketika seluruh binatang diam, keldai itu berteriak.

Orang-orang bertanya, “Mengapa keldai itu?” Ternyata keldai itu berteriak kerana lapar. Kata Rumi, “Suara yang paling jelek di sisi Allah adalah orang yang hanya bersuara ketika perutnya lapar, atau ia hanya bersuara ketika membela kepentingan dirinya saja.”

Dalam kebiasaan kita pun, orang-orang akan bersuara keras hanya ketika membela kepentingan dirinya saja tapi ketika berbicara tentang kepentingan bangsa, suaranya jadi melemah, bahkan tidak bunyi sama sekali. Itulah orang yang berbicara keras dan buruk.

Nabi saw telah menjadikan kecintaan sebagai syarat iman. Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulallah, apa iman itu?” Rasulullah saw menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai daripada apa pun selain keduanya.” Dalam hadis yang lain, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik: Tidak beriman kamu sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai dari siapa pun selain mereka.

Kemudian dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Tidak beriman kamu sebelum aku (Rasulullah) lebih dicintai dari keluarganya, hartanya, dan seluruh umat manusia.”

Semua hadis di atas menjelaskan ayat Al-Quran, surat Al-Taubah ayat 24: Katakanlah jika orang tua, anak-anak, saudara, istri-istri, dan kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kalian takutkan kerugiannya, dan rumah yang kalian tinggali, lebih kalian cintai daripada Allah dan rasul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya, maka bersiap-siaplah mereka menerima azab dari Allah.

Dalam hadis lain, Rasulullah saw memerintahkan kita untuk mencintai Allah, “Cintailah Allah atas anugerah-Nya kepada kalian dan cintailah aku atas kecintaan Allah kepadaku.” Al-Ghazali tidak melanjutkan hadis ini. Dalam lanjutan hadis itu, Rasulullah berkata, “Dan cintailah keluargaku kerana kecintaan aku kepada mereka.”

Sumber cinta yang pertama adalah Allah, kemudian kita mencintai siapa saja yang dicintai Allah, termasuk rasul-Nya, dan mencintai apa yang dicintai oleh pencinta Allah, termasuk ahlul baitnya. kerana itu, doa yang biasa kita baca adalah: “Ya Allah, aku mohonkan kepada-Mu cinta-Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai setiap amal yang membawa kami ke dekat-Mu.

Rasulullah saw bersabda: Kalau kita mencintai saudara kita, ungkaplah kecintaan itu. Kalau bapa mencintai anak, ungkaplah kecintaan itu kepada anak-anaknya, jangan disembunyikan kerana kecintaan itu menimbulkan berkah.

Ada seorang anak yang menderita sepanjang hidupnya, kerana ia mengira bapanya tidak mencintainya. Suatu saat ketika bapanya sekaratul maut di rumah sakit, menghembuskan nafasnya yang terakhir, anak itu tidak datang juga kerana ia tahu bapanya tidak menyukainya.

Ibunya bercerita bahawa sebelum meninggal dunia, bapanya mengatakan bahawa ia sangat mencintai anaknya dan bangga akan anaknya. Anak itu menjerit keras kerana selama ini ia membenci bapanya dengan dugaan bahawa bapanya tidak mencintainya. Padahal di saat-saat terakhir, bapanya mengungkapkan bahawa ia cinta anaknya.

Kita dianjurkan, jika kita mencintai seseorang, kita harus mengungkapkan kecintaan itu. Dan itu lebih menyenangkan. Kita bahagiakan orang lain dengan kecintaan kita. Kalau kita sembunyikan, orang lain tidak akan tahu dan ia tidak akan bahagia kerana kecintaan kita.

Suatu saat, saya pernah melakukan umrah. Seorang pemandu teksi yang baik mengantarkan saya ke tempat kelompok keturunan sahabat anshar. Mereka adalah para petani miskin yang tinggal di perkebunan kurma. Kami datang ke sana dan salat bersama di masjid yang sangat sederhana. Pemimpin kelompok itu bernama Al-Anshari.

Waktu masuk ke tempat itu, saya diperkenalkan sebagai tamu dari Indonesia. Saya bercerita tentang Islam di Indonesia. Dia memegangi kepala saya dan mencium dahi saya. Dia berkata, “Aku mencintaimu.” Saya senang sekali dan terkesan dengan kecupannya di dahi saya.

Ada seseorang datang kepada Nabi saw dan berkata, “Ya Rasulallah, aku mencintaimu.” Lalu Nabi berkata, “Kalau begitu, bersiaplah untuk miskin.” Ia lalu berkata, “Aku juga mencintai Allah.” Nabi berkata, “Kalau begitu, bersiaplah untuk mendapat ujian.”

Dalam sebuah buku sufi, Essential Sufism, disebutkan bahawa orang-orang moden sangat sulit untuk boleh mencintai dengan tulus kerana kecintaan yang tulus membawa risiko yang banyak. Risiko yang pertama adalah keterlibatan seluruh kepribadian kita.

Sementara orang modern inginnya mandiri, bebas, independen, tidak mau meleburkan diri, dan tidak mau melibatkan diri terlalu banyak. Akhirnya mereka tidak berhasil mencintai siapa pun, kecuali dirinya sendiri.

Salah satu risiko besar dari kecintaan adalah hilangnya sikap ego dan keakuan kita. Rasulullah saw pernah berkata, “Siap-siaplah menghadapi kemiskinan dan ujian.”

Suatu hari Rasulullah saw melihat Mash’ab bin Umair datang dan memakai pakaian yang lusuh dan compang-camping. Dahulu Mash’ab adalah anak orang kaya raya di Mekkah. Wajahnya tampan. Di antara sahabat Nabi ada yang terkenal kerana ketampanannya, Mash’ab bin Umair, Al-Syammas.

Pada waktu muda, orang tua Mash’ab sering menghiasinya dengan pakaian yang indah. Namun, ketika ia sudah masuk Islam, ia mendatangi majlis Nabi saw.

Rasulullah saw lalu berkata, “Lihatlah orang itu yang telah Allah sinari hatinya. Dahulu aku pernah melihat dia beserta kedua orang tuanya. Mereka memberinya makanan enak, minuman nikmat, dan pakaian bagus. Kemudian kecintaannya kepada Allah dan rasul-Nya membawa ia kepada keadaan sekarang ini.”

Advertisements

Komen-komen»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: