jump to navigation

Atas nama Tuhan April 18, 2006

Posted by ummahonline in Artikel.
trackback

Oleh: Mahmoud Taleqani”Iaitu orang-orang yang mengikut Rasul yang Ummi, yang mereka dapati tertulis (namanya dan sifat-sifatnya) di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. Ia menyuruh mereka dengan perkara-perkara yang baik, dan melarang mereka daripada melakukan perkara-perkara yang keji; dan ia menghalalkan bagi mereka segala benda yang baik, dan mengharamkan kepada mereka segala benda yang buruk; dan ia juga menghapuskan dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, dan memuliakannya, juga menolongnya, serta mengikut nur yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang berjaya.” – Al-A’raaf: 157.

Mereka yang mengikuti Rasulullah, pemimpin kemanusiaan yang telah diagungkan. Nabinya masyarakat awam, yang muncul dari kalangan masyarakat terbanyak, dari kalangan orang-orang buta huruf dan untuk mereka, untuk keuntungan mereka, tidak berasal dari kalangan kelompok tertentu –kelas yang dikhususkan dalam ayat “Rasulullah, Nabinya masyarakat awam”. Rasul inilah, yang telah disebutkan oleh para Rasul sebelumnya, yang akan menamatkan misi kenabian mereka (sebagaimana dikatakan) dalam ayat yang telah digambarkan dalam taurat dan Injil.

Rasul ini hadir untuk mengajak manusia kepada kebajikan serta membebaskan mereka dari kejahatan. Rasul ini hadir untuk membuat semua yang baik menjadi sah secara hukum yangmana agama-agama sebelumnya telah melarang untuk melepaskan beban penderitaan dan melarang yang buruk. Ayat “yang melepaskan mereka dari beban mereka” bererti, “dia melepaskan beban berat yang terletak di bahu manusia, dan membuka jalan yang dekat dengan akal dan fikiran manusia serta dekat dengan kehidupan dan hidup manusia.

Tujuan ini merupakan asas bagi moral pengamalan kebajikan serta larangan melakukan kejahatan, moraliti dari pelarangan terhadap khawarij, melepaskan beban-beban dan penindasan. Apa yang dimaksudkan beban tersebut? Maksudkan adalah… bebanan-benanan akal, pemikiran, serta kepercayaan yang telah dipaksakan oleh dunia animisme dan orang kafir terhadap fikiran manusia, sistem kelas yang telah diterapkan pada masyarakat terbanyak, hukum-hukum, peraturan-peraturan, dan kebiasaan-kebiasaan tersebut telah membebani masyarakat, helah-helah yang telah membelenggu fikiran, tangan dan kaki mereka.

Rasul hadir untuk melepaskan semua beban ini dan menyingkap semua kebohongannya. Ini merupakan tujuan diutusnya Rasulullah saw –iaitu untuk membebaskan mereka dari penindasan kelas, membebaskan mereka dari pemikiran-pemikiran kaum animisme yang telah dipaksakan pada mereka, untuk membebaskan mereka dari ordinari dan hukum-hukum yang dibebankan demi keuntungan satu-satu kelompok. Atau juga, untuk keuntungan satu kelas tertentu terhadap kelas yang lainnya.

Ini merupakan misi Rasulullah saw, dan kita seharusnya meneruskan misi Rasul itu. Para syuhada juga telah meneruskan misi yang sama, melawan budaya-budaya yang dipaksakan, melawan sistem ekonomi yang dipaksakan, melawan hukum yang dipaksakan, melawan peraturan-peraturan yang kadang-kadang dipaksakan kepada masyarakat atas nama agama –sesuatu yang paling menakutkan.

Inilah yang pernah dipaksakan oleh para paderi, dan kerjasama mereka dengan kelompok penguasa telah memperdayakan masyarakat atas nama agama. Ini merupakan pemaksaan yang paling menakutkan –bahawa hal itu bukanlah dari Tuhan, bukanlah berasal dari sisi kebenaran, yang akhirnya telah membelenggu tangan dan kaki manusia atas nama Tuhan.

Mereka telah menutup jalan manusia untuk berkembang, tidak mengizinkan (berlakunya) hak protes, tidak memberikan hak untuk berekspreasi secara bebas bagi masyarakat dan kaum muslim serta masyarakat dunia yang bebas. Ini juga merupakan sebuah “beban”. Malah, Ini juga merupakan sebuah penindasan. Inilah penindasan-penindasan yang menjadi alasan diutusnya Rasulullah saw untuk menyelamatan kemanusiaan yang telah sekian lama menderita oleh hipokrasi ini, sehingga dengan mengikuti Rasulullah saw kita akan selamat dan menyelamatkan orang lain.

Seruan Islam adalah seruan untuk rahmat dan pembebasan. Awal setiap surah dimulai dengan dua jenis rahmat, yang umum dan yang khusus, “dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang” dan ”Kami mengutusmu (Muhammad saw) untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam” (Al-Anbiyaa’: 107). Rahmat ini adalah kasih bagi seluruh manusia.

Bahkan, bagi pelaku dosa yang dihukum mati –dalam hukum Islam– ada juga kasih sayang baginya, bahawa dosa-dosanya mungkin dibersihkan dari sisa-sisa kejahatannya, dan bahawa manusia mungkin boleh menjadi bebas dengan mengasihi orang lain. Jihadnya Nabi adalah rahmat, hijrahnya adalah rahmat, hukumnya adalah rahmat, bimbingan prinsip-prinsipnya adalah rahmat – kerana ajaran Islam seharusnya di dasarkan kepada rahmat ini.

Jika kita mulai dengan membawa misi rahmat Tuhan ini bagi masyarakat kita sendiri dan orang lain, maka banyak masalah yang akan diselesaikan, dan banyak hal dari konflik (dalam masyarakat Iran setelah revolusi) akan hilang. Masyarakat yang telah mengalami tindakan kekerasan di seluruh negara yang tidak percaya bahawa misi Islam dan revolusi kita (menentang Shah) adalah demi kebebasan, kerana (kebebasan) hanya sedikit terpancar dalam masalah-masalah yang terdapat di Kurdistan.

Jika kita cuba melakukan pencegahan sebagai pengganti hukuman, dan jika ketika saya pergi ke Sanandaj (ibukota suku Kurdistan), maka saya akan bertindak dengan kedua tangan. Manakala, jika saya berhubungan dengan masyarakat Kurdi, maka ia dengan kasih sayang (rahmat), dan dengan pendekatan kasih sayang, maka tindakan ketenteraan telah dipindahkan dari mereka. Sebaliknya, tindakan ketenteraan itu telah dipaksakan pada mereka, dipaksakan oleh regim pengkhianat (dari pemerintahan Shah) yang jahat, yang mana mungkin masalah ini tidak sepatutnya akan terjadi.

Waima, kita belum mengenal tujuan Islam dengan baik. Kita semua berbicara tentang revolusi Islam –tanyakan pada dirimu sendiri, apa tujuan Islam? Kelompak ini, kelompok itu, “mereka saling mengutuk satu sama lain” (Al-‘Ankabuut: 25). Kelompok yang ini bertentangan dengan kelompok yang itu, kelompok yang satu lagi menyebut yang lainnya sebagai reaksioner, sementara yang satu lagi menyebut yang lainnya sebagai pembangkang.

Namun, kita belum mengenal apa yang menjadi tuntutan Islam, tentang apa tujuan Islam. Jika tujuan tersebut telah diketahui, dan kita harus memulai jalan menuju ke arah tujuan tersebut. Maka, dari ini, banyak hal dari konfrontasi-konfrontasi sebelum itu yang akan dapat dikurangkan.

Nota: Ayatollah Mahmoud Taleqani (1911-1979) merupakan seorang daripada arkitek cemerlang ketika revolusi Islam Iran. Teks ini merupakan rakaman ceramah terakhir sebelum kematiannya pada September 1979 yang menghimpunkan kritikannya terhadap ekploitasi atas nama agama terhadap Sanandaj, iaitu kota Kurdistan. Taleqani, sebelum itu memang dikenali sebagai pembela kepada masyarakat Kurdi yang telah lama meminta autonomi pemerintahan yang tersendiri.

Advertisements

Komen-komen»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: