jump to navigation

Menjadi ‘Tangan Di Atas‘ April 1, 2007

Posted by ummahonline in Artikel.
trackback

Oleh: Hamba Allah

Syaqiq al-Balkhisalah, sufi yang saleh, pergi berdagang. Di jalan, ia melihat burung yang lumpuh dan buta. Ia berfikir bagaimana burung itu dapat bertahan hidup. Seketika itu pula datang burung lain membawa makanan untuknya. Akhirnya, sang sufi membatalkan niat berniaga, dengan anggapan burung saja ada jaminan rezekinya apalagi manusia.

Kepulangan Syaqiq menimbulkan tanda tanya Ibrahim bin Adham yang juga seorang sufi besar. Mendengar penjelasan Syaqiq, Ibrahim berkata, ”Aneh, kau Syaqiq! Mengapa yang kau contoh burung yang buta dan lumpuh, bukan burung lainnya yang suka memberi makan burung lumpuh itu?”

Syaqiq tersedar bahawa ”tangan di atas” lebih mulia daripada ”tangan di bawah”. Memberi sadaqah atau infak adalah tanda kemuliaan, sementara meminta-minta hanya membawa kehinaan.

Untuk menghindari sikap meminta-minta, tidak ada cara lain selain bekerja. Sudah seharusnya kita juga boleh ”terbang” menemukan sumber rezeki seperti burung kedua itu. Menjemput rezeki yang telah disediakan Allah sebanyak mungkin adalah tugas kita.

Selama ini, ada kalangan muslim yang terlalu dimanja dengan segala sumber kekayaan alam, namun telah lama diratah. Tanpa sedar tanah kita hanya menjadi tempat pemodal asing mengeruk kekayaan. Mereka menyisakan beban hutang yang sangat besar. Rakyat dalam keadaan miskin. Hampir di setiap sudut kota kita dapat menjumpai orang yang meminta-minta, bahkan peminta sumbangan untuk pembangunan rumah ibadah.

Fenomena yang memprihatinkan ini setidaknya mengetuk kesedaran kita semua untuk tidak hidup bermalas-malasan dalam kebodohan. Kita yang memiliki segala potensi kekayaan alam tidak selayaknya hanya menerima upah minimum, atau merasa senang dengan pinjaman hutang baru tanpa kemampuan membayar. Itu sama saja dengan menggiring ke dalam lumpur kehinaan.

Saatnya kini kita membangun kembali kehormatan dengan bekerja secara optimal. Tidak hanya tenaga, tetapi fikiran dan hati pun turut bekerja. Terbanglah seperti burung yang memberi makan kepada burung yang lumpuh dan buta. ”Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekiNya…”, demikian Allah memerintahkan kita dalam Al-Mulk: 15.

Komen-komen»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: