jump to navigation

Membaca Pemikiran Ali Shari’ati April 2, 2007

Posted by ummahonline in Telaah Buku.
trackback

Oleh: Lukman Hakim

Buku: An Islamic Utopian: A Political Biography of Dr. Ali Shariati
Pengarang: Ali Rahnema
Penerbit: I. B. Tauris
Halaman: 432
ISBN: 978-1860645525

Di samping sederetan nama seperti Khomeini, Muthahhari, Beheshti dan beberapa tokoh revolusi Iran (1979) lainnya, Ali Shari’ati dengan strategi politiknya yang khas telah memberikan sumbangsih yang tidak ternilai dalam proses menumbangkan pemerintahan Reza Pahlevi yang bersifat autoritarian.

Keunikan politik Ali Shari’ati terlihat dari strategi politik yang digunakan. Walaupun di satu pihak ia berjuang bersama-sama dengan para tokoh revolusioner lainnya, di lain pihak tak jarang kritik pedas diarahkan pada Khomeini dan beberapa tokoh lainnya.

Sosok Shari’ati sepadan dengan para tokoh kontroversial lainnya seperti, Sokrates, Marx, dan Fukuyama yang tidak segan-segan mengeluarkan kenyataan yang mengejutkan. kerana itu, keberadaan Ali Shari’ati juga kerap kali diperdebatkan, bergabung dengan pernyataan pernyataannya yang juga debateable.

Salah seorang penyelidik revolusi Iran misalnya pernah menegaskan, ”Tak boleh dinafikan, setelah Khomeini, Shari’ati adalah tokoh paling berpengaruh dalam gerakan Islam yang berakhir pada Revolusi 1979.”

Di atas pujian itu, tidak sedikit para tokoh yang justeru mengecam strategi politiknya. Beberapa pengkritik yang mempersoalkan Shari’ati berdasar pada beberapa ukuran; pertama, bahawa pengetahuannya tentang agama Islam dianggap tidak begitu memadai.

Kedua, pemahaman Shari’ati tentang Barat pun terkesan dangkal. Kerana itu, Ali Shari’ati dituding sebagai orang yang harus bertanggungjawab atas pengorbanan logik ketat umat Islam dan dedikasinya pada kebenaran demi pengaruh politik. Sementara itu, di satu sisi Shari’ati diklaim hanya memiliki kekuatan politik pinggiran dan lebih tertarik pada idea berbanding aksi.

Dia menyeru kembali kepada Islam dengan cara menentang baik kemapanan agama maupun idea-idea revolusioner Ayatollah Khomeini, dalam sejarahnya pemikiran Shari’ati lebih tertarik pada pembaharuan Islam dan tradisi Muhammad Abduh, gaya politik Jamaluddin Al-Afghani.

Kerana itu membaca buku An Islamic Utopian: A Political Biography of Dr. Ali Shariati sangatlah penting, setidaknya untuk mengetahui kebenaran dan kesalahan kritik tersebut. Sebab terlepas dari kritik-kritik itu, Shari’ati dengan strategi politiknya yang khas telah mempengaruhi hampir satu pertiga dari intelektual muda Islam di seluruh dunia. Idea-idea cemerlangnya sejajar dengan Khomeini, Muhammad Abduh, Ali Asghar, dan beberapa intelektual Islam lainnya.

Buku yang ditulis Ali Rahnewa ini memberi penegasan bahawa menafsir strategi politik Ali Shari’ati sangat bergantung pada piawai yang hendak digunakan. Menurut penulis, penilaiannya harus berawal dari perspektif falsafah menjadi arus utama Barat dari Plato hingga Kant.

Dari sini akan tampak bahawa idea-idea Shari’ati tampak terumbang-ambing di antara idealisme dan empirisme tanpa secara tegas memihak salah satunya. Sedangkan ditinjau dari perspektif tradisi, yang disebut Arkoun sebagai nalar Islam, yang diperkuat oleh pemikiran Yunani, hujah Shari’ati tampak tidak tertib, tidak kukuh, dan bahkan menyimpang.

Komen-komen»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: