jump to navigation

Debaran dari Sayyid Hassan Nasrallah September 4, 2007

Posted by ummahonline in Artikel.
trackback

Oleh: Mohammad Ba’agil

“Jika kalian, Zionis, berfikir untuk menyerang Lubnan lagi, maka akan saya siapkan sebuah kejutan bagi kalian, yang akan mengubah hasil dari perang itu dan masa depan kawasan tersebut.” – Sayyid Hassan Nasrallah dalam pidato peringatan setahun gencatan senjata.

“Kita harus menganggap serius Nasrallah. Dia tidak pernah berbohong.” – Benjamin Ben-Eliezer, menteri infrastruktur dan anggota kabinet keselamatan.

Dalam sejarahnya, para pemimpin Arab selalu bersandar pada hiperbola, alih-alih kepada rekod pencapaian, dalam berbicara kepada rakyat mereka. Namun, kini sudah tiba saatnya mereka sendiri mengakui bahawa kata-kata Setiausaha Agong Hezbollah, Sayid Hassan Nasrallah, haruslah dipandang serius. Nasrallah bukan hanya secara elegan mengelakkan keangkuhan, tetapi pencapaiannya sendirilah yang telah banyak berbicara.

Demikian pula halnya dengan apa yang Nasrallah istilahkan dengan �Kemenangan Ilahi� dalam melawan Israel tahun lalu, sepertimana yang juga dikenali sebagai �Perang Lubnan Kedua� bagi Israel dan �Perang Julai� bagi pemerintah Siniora. Serangan Israel, yang konon sebagai balasan terhadap �penculikan� dua serdadunya (yang secara tidak sah memasuki perbatasan Lubnan), dihadapi oleh Hezbollah dengan pertahanan menerusi roket-roket Katyusha.

Dalam salah satu kesempatan, setelah gagal membunuh Nasrallah melalui serangan ke sebuah kediaman dan pejabatnya di Selatan Beirut, Nasrallah tampil di Al-Manar TV seraya berkata, �Kejutan-kejutan yang saya janjikan kepada kalian akan dimulai sekarang. Kini di tengah lautan, menghadap ke Beirut, kapal perang yang telah menghancurkan kemudahan awam dan rumah-rumah warga kami sebelum ini akan terbakar dan tenggelam di hadapan kalian.�

Tak lama kemudian, kapal perang yang dimaksud itu, iaitu yang telah mengepung Beirut, terbakar. Dan, peristiwa yang mengejutkan ini disiarkan secara meluas oleh stesen penyiaran.

�Saya janjikan kepada kalian sebuah kemenangan baru, seperti yang selalu saya wujudkan,� kata Nasrallah di awal-awal perang setahun yang lalu. Dan itu adalah janji lain yang ia tepati.

Di akhir perang, Israel terpaksa untuk menerima gencatan senjata. Hasrat mereka untuk menghancurkan Hezbollah dan membunuh Nasrallah gagal sama sekali.

Masyarakat Arab bergembira. Rakyat Palestin yang Sunni menyanyikan lagu pujian bagi kelompok Shi�ah itu dan Nasrallah mereka juluki sebagai �Rajawali dari Lubnan�. Dia disandingkan dengan Gamal Abdul Nasser dan namanya disebut-sebut di seluruh pelusuk.

Namun, fenomena ini hanya di antara rakyat biasa, bukan di kalangan para pemimpin mereka. Mesir, Jordan, dan Arab Saudi, serta semua kediktatoran yang menjadi sekutu Amerika Syarikat, bagaikan terkejut menyaksikan bagaimana Hezbollah mampu mempertahankan tanahair mereka dan bahkan menyerang balas.

Dari perspektif dan Amerika, dan juga dari negara-negara Arab tersebut, masih ada kesempatan untuk membuat keadaan menjadi seimbang. Dan, perang selanjutnya tampaknya akan dimulai dari dalam, melalui tangan kelompok pelampau Salafi yang sengaja diwujudkan. Jika rencana ini gagal, atau bahkan jika tidak, maka tidak diragukan lagi mereka akan memikirkan serangan yang lain pula, seraya belajar dari kesalahan yang lalu dan mengubah strateginya.

Lalu, apa yang akan menjadi �kejutan� Nasrallah?

Sekali lagi, Ben-Elizer mengatakan, �Dia (Nasrallah) tahu benar dengan apa yang dikatakannya. Jika dia mengatakan 2000 roket, saya mempercayainya, tetapi saya tidak tahu apa kejutan yang dia maksudkan.�

Mungkinkah itu persenjataan yang jauh lebih canggih, sebuah sistem pemandu yang baru, ataukah sebuah pelancar roket jarak jauh? Mungkin saja. Namun, Nasrallah dalam pidatonya, yang ditayangkan kepada ribuan khalayak yang berkumpul di Dahiyah (selatan Lubnan), mengatakan bahawa kejutan itu akan �mengubah hasil dari perang dan masa depan kawasan tersebut.�

Jika Israel cukup bodoh untuk menyerang lagi, mungkinkah sekali lagi Nasrallah menyatukan Shi�ah dan Sunni, dan pada kali ini dalam skala yang jauh lebih besar, iaitu melawan pencerobohan dan pendudukan? Atau menunjukkan bagaimana sebuah gerakan perlawanan popular mampu mengalahkan, lagi dan lagi, sebuah negara ketenteraan?

Nasrallah telah membantu orang-orang untuk mempercayai bahawa mereka sebenanrya memiliki cukup kekuatan untuk menolak kekuasaan pemerintah-pemerintah yang korup, yang berlagak sedang mempertahankan kepentingan nasional mereka, tetapi hakikatnya mereka hanya membela kepentingan dan Amerika.

Dan jika rezim-rezim yang sama ini sekali lagi hanya menonton secara pasif saat konflik tercetus , maka rakyat dari negara-negara Arab itu mungkin akan memutuskan untuk mengambil-alih segala urusan ke dalam tangan-tangan mereka sendiri. Dan, semua peristiwa tersebut akan mengubah lanskap Timur Tengah.

Terlepas dari apa pun alasan, kejutan Nasrallah hanya akan datang kepada mereka yang percaya bahawa dia benar-benar sedang menggertak.

Komen-komen»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: