jump to navigation

Vali Nasr, Azyumardi Azra dan Neo-Konservatif September 23, 2007

Posted by ummahonline in Surat Pembaca.
trackback

Oleh: Irman Abdurrahman

Pada awalnya, saya berfikir angapan-angapan “liar” Vali Reza Nasr (saya katakan demikian setelah membaca beberapa eseinya yang tampaknya mencerminkan idea dasar dari buku tersebut) hanya akan bergema di dinding-dinding Rumah Putih, atau di jurnal-jurnal para pemikir neo-konservatif Amerika.

Tapi ternyata saya salah, setidaknya ketika Diwan hendak menerbitkan bukunya, The Shi’a Revival: How Conflict within Islam Will Shape the Future, yang menjadi rujukan utama para pemikir dan jurnalis neokon. Dan kemudian, secara singkat, telah diulas oleh Azyumardi Azra dalam tulisannya “Kebangkitan Shi’ah“.

Satu hal yang segera saja menarik perhatian saya, mengapa Azra, tidak mencuba bercerita “ala kadarnya” tentang afiliasi akademik, dan mungkin politik, Vali Nasr ini. Sekiranya tindakan ini dilakukan Azra, maka kesimpulan dari tulisannya bahawa–“Perspektif seperti ini hemat saya tidak membantu bagi membentuk hubungan yang lebih baik dan harmonis di antara kedua sayap Islam; Sunni dan Shi’ah”–akan semakin mengungkapkan faktor utama pemicu konflik Sunni-Shi’ah di Iraq.

Mengungkap afiliasi akademik Vali Nasr, saya fikir, lebih bermakna dan kontekstual, berbanding menuliskan latar belakang keluargannya, sebagai putera Sayyed Hossein Nasr. Lantas siapakah Vali Nasr dalam spektrum pemikiran dan analisis politik Timur Tengah di AS?

Vali Reza Nasr adalah “idola baru” media-media Amerika dan kalangan liberal-neokon, khususnya dalam kaitan dengan Shi’ah, Iran, dan sektarianisme. Bagi kelompok-kelompok tersebut, mengutip para ulama (ayatullah) mengenai Islam Shi’ah adalah sebuah anatema, kerana mereka semua diklasifikasikan sebagai kemunduran dan fundamentalis . Maka, muncullah Vali Nasr sebagai satu-satunya sumber otoritatif tentang Shi’ah bagi mereka.

Vali Nasr adalah peyelidik kanan pada Kajian Timur Tengah di Council on Foreign Relation (CFR), sebuah lembaga “think tank” tentang dasar luar negeri yang paling berpengaruh di Washington. Jika kita menyemak CFR lewat wikipedia, jangan tertipu dengan kata bebas dan tidak-partisan. Perhatikan siapa anggota-anggota dewan kehormatannya.

Di situ, kita akan menemui nama-nama seperti: Dinasti keluarga Rockefeller, Jonathan S. Bush (sepupu George W. Bush), Dick Cheney, Condoleezza Rice, Robert Gates, Paul Wolfowitz, John Negroponte, Henry Kissinger, Irving Kristol (pemuka besar neokonservatisme Amerika), dan George Soros.

Jika nama-nama tersebut belum cukup, perhatikan pula nama-nama syarikat global penyokong dana CFR, di antaranya: ExxonMobil, Citigroup, Halliburton, Chevron, Lockheed Martin, dan Bank of America.

Anggapan Vali Nasr tentang Shi’ah dan sektarianisme di Irak seolah-olah menunjukkan kenaifannya bahawa para neokon di pemerintahan Bush tidak tahu menahu, dan tidak melakukan apa pun dalam kaitan dengan memarak api konflik sektarian di Iraq. Di sini, Vali Nasr jelas telah berjasa membersihkan tangan AS dari pertumpahan darah di Iraq.

Malah, kenaifan Vali Nasr juga terlihat ketika seolah-olah mengabaikan tentang laporan analisis RAND (Reseach and Development) , sebuah lembaga think tank berpengaruh lainnya dalam Angkatan Udara AS. Laporan tersebut secara eksplisit menyerukan pemanfaatan sektarianisme untuk memecah-belas Muslim, termasuk di antaranya antara Sunni dan Shi’ah.

Komen-komen»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: