jump to navigation

Gelora Perang Salib April 8, 2008

Posted by ummahonline in Artikel.
trackback

Oleh: Agung Pribadi

Perang Salib adalah ekspedisi ketenteraan yang dilakukan untuk merebut kembali tanah suci Palestin dari tangan penganut Mohammedanism, demikian definisi yang ada di beberapa kepustakaan Katholik. Benar, definisi ini versi Katholik tentu saja.

Beberapa ulama’ enggan menyebut perang ini sebagai perang salib. Mereka punya istilah sendiri iaitu Perang Sabil yang berasal dari kata Perang Sabilillah atau Jihad Sabilillah (Perang atau Jihad di jalan Allah). Definisi umat Islam tentu saja adalah Perang di Jalan Allah untuk mempertahankan tanah suci Palestin dari serbuan kafir Harbi Kristian. Perang ini berlangsung panjang, selama empat abad, iaitu dari abad ke-11 sampai abad ke 15. Perang ini terfokus di Palestin memperebutkan tanah suci Palestin, walaupun kemudian merambah juga ke Asia kecil dan Eropah Timur. Perang ini memang inisiatif pihak Kristian, demikian menurut kebanyakan kepustakaan.

Palestin yang merupakan tanah wakaf umat Islam, tanah para Nabi, kiblat pertama umat Islam, dan tanah tempat Isra Mi’raj direbut oleh umat Islam dari kekaisaran Bizantium (Romawi Timur) pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab, tepatnya tahun 638 M. Perebutan wilayah ini juga atas undangan orang-orang Kristian Palestin yang lelah dengan penjajahan Bizantium dan mereka mendengar bahawa kekhalifahan Islam terkenal sangatlah adilnya. Sejak itu sampai abad ke-11 Palestin berada di wilayah kekuasaan Kekhalifahan Islam. Orang-orang Kristian di seluruh dunia bebas berziarah ke Palestin.

Pada abad ke-11 Palestin berada di bawah kekuasaan orang-orang Turki yang sudah merebut kekuasaan dari tangan kekhalifahan Abbasiyah. Orang-orang Turki adalah bangsa pengembara. Mereka tinggal bukan hanya di wilayah yang disebut negara Turki sekarang ini melainkan di Turkistan, Asia Kecil dan Parsi.

Turkistan (negeri orang Turki) adalah wilayah yang luas meliputi Anatolia (Negara Turki sekarang), Xinjiang (sekarang dijajah Cina), Azerbaijan, dan Asia Tengah yang meliputi Kazakhtan, Uzbekistan, dan Turmenistan (yang berarti Tanah Orang Turki). Salah satu suku Turki iaitu Seljuk bergerak ke Anatolia dan mereka berperang dengan orang-orang Kristian di bawah pimpinan Alexius I. Alexius meminnta tolong kepada Paus Urbanus II untuk merebut kembali Anatolia dari “Kaum Kafir.”

Paus Urbanus II mengabulkan permohonan pertolongan dari Alexius bahkan untuk ekspedisi yang lebih besar dan lebih dari itu lagi. Palestin, tanah suci umat Islam, Kristian, dan Yahudi yang berada di Pantai Timur Laut Tengah yang berada di bawah kekuasaan umat Islam sejak masa Umar bin Khaththab harus direbut kembali, demikian pendapat Paus Urbanud II. Paus tersebut memanggil untuk “Perang demi Salib” untuk merebut tanah suci dari tangan “Kaum Kafir.” Paus mengumumkan dan mengirimkan surat ke semua Raja-Raja di seluruh Eropah. Paus menjanjikan Kejayaan, Kesejahteraan, Emas, Tanah di Palestin, dan Syurga bagi para kesatria yang mahu berperang. Pada saat itu Khalifah Abdul Hakim dari Dinasti Seljuk menaikkan pajak ziarah ke Palestin bagi orang-orang Kristian Eropah. Paus menyebutnya “Ini Perampasan,” oleh kerana itu Tanah Suci Palestin harus direbut kembali. Perang ini diumumkan sebagai “Perang Salib” dan dimulai tahun 1096 dipimpin oleh Tahta Suci Roma. Anak-anak muda, bangsawan, petani, kaya dan miskin memenuhi panggilan Paus. Peter The Hermit dan Walter Si bokek memimpin kaum miskin dan Petani-petani ke Perang Salib tapi mereka dikalahkan dan dihancurkan oleh Pasukan Turki suku Seljuk di Medan pertempuran Anatolia dalam perjalanan menuju Jerusalem.

Pasukan yang benar-benar tentara sebenarnya berasal dari Perancis dipimpin oleh Baldwin dari Flanders, Robert dari Normandia, dan beberapa bangsawan. Pasukan ini menang melawan Khalifah Abdul Hakim pertama di medan Perang Anthiokia (sekarang Syiria) tanggal 3 Juni 1098 dan setahun kemudian memasuki dan merebut Jerusalem pada tanggal 15 Juli 1099 mereka mengalahkan pasukan Muslim dan Yahudi. Terjadilah pembantaian keji oleh Orang Kristian terhadap umat Islam dan Yahudi. Sebanyak 40.000 orang tak berdaya dibunuh dalam dua hari.

Perlawanan tetap berjalan sampai tahun 1101 dan inilah periode Perang Salib Pertama. Selama itu Jerusalem dikuasai oleh Orang-orang Eropah Kristian. Perang Salib Kedua terjadi pada tahun 1145-1147.

Perang yang besar-besaran dan sangat legendaris adalah Perang Salib Ketiga. Di pihak Kristian dipimpin oleh Philip Augustus dan Richard Si Hati Singa rajanya tokoh Legenda Robin Hood. Di pihak Islam dipimpin oleh Shalahudin Al Ayyubi. Pada masa itu kekhalifahan Islam terpecah dua iaitu Dinasti Fathimiyah di Kairo yang bermazhab Syi’ah dan Dinasti Seljuk yang berpusat di Anatolia yang bermazhab Sunni.

Shalahuddin prihatin akan hal ini, menurutnya Islam harus bersatu untuk melawan Eropah Kristian yang juga bersatu. Shalahuddin yang keturunan Seljuk, Turki kebetulan kekerabatan dengan Khalifah Dinasti Fathimiyyah, ia kemudian berhasil menyatukan kedua kekhalifahan ini dengan damai. Tapi tetap saja Shalahuddin masih melihat umat Islam lemah dan malas berjihad dan mereka dihinggapi penyakit Wahn iaitu cinta dunia dan takut mati. Umat Islam juga tidak mengenal ajarannya, tidak mengenal sejarah Nabinya. Ia pun kemudian menggagas sebuah pesta yang diberi nama peringatan Maulid Nabi Muhammad. Di pesta ini dikaji habis-habisan Sirah Nabawiyah dan Atsar Sahabat terutama semangat jihad mereka. Pesta ini berlangsung dua bulan berturut-turut. Akhirnya banyak pemuda muslim yang semangat berjihad berbondong-bondong mereka mendaftar untuk berjihad membebaskan Palestin yang saat itu dikuasai oleh orang-orang Kristian Eropah. Merekapun di didik ketenteraan yang akhirnya Perang Salib III atau Perang Sabilpun berlangsung. Palestin digempur habis habisan. Orang Kristian terkepong hanya di Jerusalem.

Dan tidak berapa lama kemudian mereka kalah. Shalahudin berhasil merebut Palestin pada tahun 1187. Orang Kristian lalu mendatangkan bala bantuan dari Eropah yang dipimpin oleh Philip Augustus dari Perancis dan Richard Si Hati Singa dari Inggeris. Pada saat itu Richard sakit keras dan Shalahuddin mengendap-endap ke tenda Richard dan bukannya membunuh musuhnya, dengan ilmu kedoktoran yang hebat Shalahudin mengubati Richard dan sembuh.

Richard terkesan dengan kebesaran hati Shahuddin, iapun menawarkan damai dan ia akan menarik mundur pasukan Kristian pulang ke Eropah. Merekapun kemudian menandatangani penjanjian damai dan dalam perjanjian itu Shalahuddin membebaskan umat Kristian untuk mengunjungi Palestin secara bebas asal mereka datang dengan damai dan tidak membawa senjata. Perjanjian damai itu ditandatangani tahun 1191 M.

Perang Salib keempat berlangsung tahun 1204 bukan antara Islam melawan Kristian melainkan antara Takhta Suci Katolik Roma yang merebut Takhta Kristian Ortodoks Romawi Timur di Konstantinopel (sekarang kota ini bernama Istanbul di Turki).

Perang Salib kelima (1218-1221) orang-orang Kristian yang sudah bersatu kekuasaannya itu berusaha menaklukkan Mesir sebagai pintu masuk ke Pelestina tapi mereka gagal total.

Kaisar Frederick II (1194-1250) secara peribadi memimpin perang Salib keenam. Tapi tanpa pertempuran yang bererti dan berdasarkan pengalaman berdialog dengan Muslim di Pulau Sicilia ia pun berdialog, berunding lagi dengan Muslim iaitu Sultan Mesir Malik Al Kamil yang juga keponakan Shalahuddin, akhirnya disepakati perjanjian damai Jerusalem tetap dikuaai oleh Muslim tapi Nazareth (kota tempat Nabi Isa dibesarkan) dan Betlehem (kota kelahiran Nabi Isa AS) diberikan kepada Orang Eropah Kristian dan Frederick dilantik tahun itu juga menjadi di tahta suci Nazareth dan Betlehem.

Dua perang Salib terakhir iaitu ketujuh dan kedelapan dipimpin oleh Raja Perancis Louis IX (1215-1270).

Tahun 1248 Louis menyerbu Mesir tapi gagal dan ia menjadi tawanan perang. Untuk kebebasannya ia harus menebus dengan emas yg sangat banyak. Louis mencuba lagi pada Perang Salib kelapan pada tahun 1270. Ia menyerang Tunisia tapi ia dikalahkan oleh Sultan Dinasti Mamaluk, Bibars, dan Louispun meninggal di Medan Perang.

Sejarawan sepakat sampai tempoh ini saja yang disebut Perang Salib, tapi beberapa Sejarawan Katholik menganggap penaklukan Konstantinople oleh Sultan Muhammad II AL Fatih dari Turki tahun 1453 juga sebagai perang Salib, Sejarawan Islam juga menganggap ini sebagai Perang Sabil. Penaklukan Spanyol Islam oleh Ratu Isabella tahun 1492 juga dianggap sebagai Perang Salib.

Sebelum Perang Salib, orang-orang Eropah Kristian tahu dengan sangat sedikit tentang orang-orang Islam. Tapi setelah perebutan Jerusalem oleh orang Eropah Kristian mereka mulai mengenal Islam sesungguhnya. Selama ini orang Islam dikesankan sebagai orang yang kejam mereka sedar bahawa mereka sendirilah yang kejam. Dan ternyata orang Islam adalah orang yang bertolak-ansur kecuali kalau mereka diperangi. Selama ini Eropah Kristian menganggap Islam agama pedang ternyata kemudian orang Eropah sedar bahawa Islam agama damai. Selama ini juga kesan di mata Orang Eropah Kristian bahawa Nabi Muhammad orang yang gila seks kerana beristeri banyak akhirnya mereka sedar kenyataan tidaklah demikian. Mereka juga jadi belajar kitab-kitab ilmu pengetahuan, peradaban, dan kebudayaan Islam. Eropah yang saat itu disebut mengalami Masa Kegelapan mulai menemukan titik terang peradaban mereka. Mereka belajar astronomi, kedoktoran, filsafat, dan pelayaran dari umat Islam. Dan mereka sedar akan doktrin Jesus bahawa cintailah musuhmu justeru setelah peristiwa Shalahudin Al Ayyubi mengubati musuhnya iaitu Richard Si Hati Singa.

Selama ini orang Eropah Kristian menganggap bahawa Islam adalah agama yang kejam ternyata mereka kemudian sedar Islam agama yang sangat tasamuh. Di dalam kekhalifahan Islam, semua pihak termasuk orang Yahudi, Kristian, dan Zoroaster ternyata menikmati kebebasan beragama.

Nota: Agung Pribadi merupakan Sejarawan, kolumnis, dan peneliti di Yayasan Harkat Bangsa Indonesia.

Komen-komen»

1. Indonesia Articles Online - April 9, 2008

Artikel Yang sangat bagus. Salam Kenal

2. muhammad - April 9, 2008

terimakasih atas artikel tersebut.Sedikit sebanyak dapat tahu hal sejarah yg belaku.Alhamdullilah.Amin

3. Mansor - April 12, 2008

Artikel yang menarik. saya sememangnya meminati sejarah, terutamanya sejarah perkembangan Islam. http://intrapreneurship6.blogspot.com/

4. abdul mufid - April 18, 2008

alhamdulillah,sangat menarik.paramadina!

5. abdul mufid - April 18, 2008
6. Leriakh Mauqa - April 28, 2008

Ada saya mendengar cerita bahawa dalam perang-perang salib tersebut turut disertai oleh umat Islam yang berkemungkinan dari gugusan nusantara. Ia tidak menjelaskan secara terperinci suku atau bangsa tetapi menggambarkan ciri-ciri fizikal suku tersebut yakni “tidak tinggi atau rendah, tidak cerah atau gelap, memakai pedang atau pisau yang berbengkok-bengkok”. Tetapi sehingga kini saya masih mencari fakta-faktanya dan juga rujukan. Saya amat berharap perkara ini adalah nyata kerana secara langsung ia dapat meningkatkan kesedaran jihad fisabilillah.

7. Adiwena - April 30, 2008

Suatu cerita dan sejarah yg hebat.semoga ap yg dlakukn saladin dpt mnjd acuan utk kedamaian dtimur tengah skrg

8. suptbn - Mei 6, 2008

mayannn

9. LuGua - Mei 11, 2008

Salam. Terima kasih kpd Pak Agong Pribadi. Ini yg mampu saya ucap kan dari kisah sejarah islam yg di atur. Semoga menjadi iktibar dan kesedaran pd semua umat islam. Amin.!!!!!

10. ahmad - Mei 19, 2008

terima kasih,dan artikel yang bagus.

11. wawan - Jun 13, 2008

wah saya sangat senang dengan cerita perang salib,,klo blh saya minta di kirimin dunk artikel tentang perang salib

12. Mizu - Ogos 6, 2008

Sejarah mmg hal yg hruz qta jdkn plajrn utk bsa lbh bAik. Arigatou gozaimasu. Agung sensei. Mizu

13. yogi zulkifli - Ogos 28, 2008

wonderful islam. . .danke atas informasinya. . .sayang ada juga orang-orang yang memutarbalikkan fakta tentang islam. tapi biarlah. toh islam adalah agama damai. . .mari kita berdoa agar kita semua mendapat hidayahnya. . .amin (YOGI-antra-x)

14. I P Panji Maulana - Ogos 28, 2008

The Crussade,sebuah simbol perlawanan,perjuangan jihad fisabililah dan puncak dari superioritas dunia Islam terhadap Eropa,Islam sebagai sebuah Agama yang Rahmatan Lil Alamin sekiranya dapat menjadi hawa sejuk bagi dunia yang tengah memasuki masa2 kehancurannya (QS Al Rum:41)

15. AQ - Januari 4, 2009

Ketika kini umat Islam Palestin sedang teruk di serang oleh rejim zionis. Adakah ini tanda bermulanya perang Sabil?
Wallahualam…


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: