jump to navigation

Satu Yang Diikuti Oleh Kosong-Kosong Yang Tiada Habis-Habisnya September 24, 2008

Posted by ummahonline in Puisi, Seni.
trackback

Hanya satu yang ada
Selain satu, tiada
Selain Tuhan
Tak sesuatupun ada
Tak seorangpun ada

Tuhan maha esa
Tuhan maharamah
Tahun mahabijak
Tuhan cinta keindahan
Tahun cinta kebaikan
Tuhan cinta puja-puji
Tuhan benci kesenyapan
Tuhan benci kejumudan
Tuhan benci kerosakan

Tuhan adalah pencipta
Mungkinkah Dia tidak mencipta?
Lihat!

Dia ciptakan awan
Dia bebaskan agar mengapung di angkasa
Awan-awan dari zarah-zarah

Setiap zarah
Adalah semesta kecil bernama atom
Di tengah-tengahnya ada mentari
Dalam orbitnya, bintang-bintang dan kunang-kunang berputaran (Ka’bah: para peziarah mengelilinginya)

Awan mulai bergerak
Sangat kuat, berkilau, meliuk, membumbung
Asap
Puting beliung
Pusar air
Sambaran api
Atom akbar bernama semesta
Ada mentari di tengah-tengahnya
Dalam orbitnya, bintang-bintang dan kunang-kunang berputaran (Ka’bah: para peziarah mengelilinginya)

Dari batu hitam ke batu hitam
Lahirlah kehidupan
Tetumbuhan
Dari lumut hingga beringin
Dan haiwan
Dari mikrob hingga gajah
Akhirnya, manusia
Yang jahat dan yang baik
Jahat, paling jahat dari semua yang jahat
Baik, paling baik dari semua yang baik
Kejahatan seperti iblis
Kebaikan seperti tuhan
Kehidupan, zarah kecil yang hidup, sebuah benih
Benih tanaman
Tumbuh di bumi, mencuat, matang
Menjadi pohon, merentang cabang, menjulur dedaunan
Memekarkan bunga, memberikan buah
Menua, mengering, mati dan akhirnya kembali menjadi debu
Meninggalkan benih, persis saat permulaannya

Bibit haiwan
Lahir sebagai bayi, anak-anak, meremaja, mendewasa, menua, merenta, mati
Lagi, bibit-bibit tertinggal peris saat permulaannya
Kehidupan berjalan melingkar
Benih tanaman
Bibit haiwan
Dari fajar kelahiran hingga debu kematian

Menempuh daur yang sempurna, dalam gerak-hidup perjuangan
Setiap detik suatu tempat, setiap tempat suatu keadaan
Mencari penyempurnaan
Rangkuman keperluan-keperluan dari kelahiran hingga kematian

Kehidupan berjalan melingkar
Di tengah-tengahnya mentari
Keperluan-keperluan

Dalam orbitnya, mahluk hidup dan kunang-kunang
Berputaran
Dari ketiadaan ke ketiadaan ke ketiadaan (Ka’bah: para peziarah mengelilinginya)

Dari batu hitam ke batu hitam
Hanya satu yang ada
Selain satu, tiada
Selain tuhan
Tak sesuatupun ada
Tak seorangpun ada

Dunia ini diciptakan
Zarah, semesta, makhluk hidup
Bumi dan langit
Bintang dan mentari
Timur dan barat
Tumbuhan, haiwan
Segala yang tampak, segala yang tak tampak
Masing-masing dalam gerak, pergumulan
Semua dalam keselarasan yang lestari
Dalam perubahan yang berkesinambungan
Kehidupan menyembul dari kematian, kematian lahir dari kehidupan
Siang menyembul dari malam, malam lahir dari siang
Segala sesuatu dalam gerak
Segala sesuatu berputar
Mentari berada ditengah-tengahnya
Dalam orbitnya, sebuah bintang, bintang-bintang berputaran (Ka’bah: para peziarah mengelilinginya)

Dari batu hitam ke batu hitam
Hanya satu yang ada
Selain satu, tiada
Selain tuhan
Tak sesuatupun ada
Tak seorangpun ada

Ketika penciptaan berakhir
Dunia bermula
Yang bernyawa dan yang tidak bernyawa
Tetumbuhan dan haiwan
Zarah-zarah
Alam semesta…..
Semua dalam keselarasan yang lestari
Dalam perubahan yang berkesinambungan
Semuanya bergerak, Dalam gerakan abadi
Selalu mencari, Mencari sesuatu
Mengitari sesuatu
Mentari berada di tengah-tengahnya
Dalam orbitnya, sebuah bintang, bintang-bintang berputaran (Ka’bah: para peziarah mengelilinginya)

Dari batu hitam ke batu hitam
Mengapa segala sesuatu bundar?
Bumi, bintang, matahari
Elektron, proton, setiap molekul, setiap atom
Setiap zarah
Bebataan bangunan alam semesta
Alam semesta
Kota
Desa
Dari tanah abadi-azali alam hidup
Mengapa semua gerak benar-benar melingkar
Bumi, bintang, matahari
Elektron, proton, setiap molekul, setiap atom
Setiap zarah
Bebatuan bangunan alam semesta
Alam semesta
Kota
Desa
Dari tanah abadi-azali alam hidup
Apakah itu tumbuhan atau haiwan
Bergerak melingkar, melingkar
Segala yang ada dialam semesta bergerak melingkar
Air, tanah, siang, malam, mentari pagi, mentari sore

Setiap detik, minit, jam
Setiap minggu, bulan, musim
Musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin
Setiap tahun

Hanya satu yang ada
Selain satu, tiada
Selain tuhan
Tak sesuatupun ada
Tak seorangpun ada

Bumi mewujud
Langit mewujud
Bintang-bintang, mentari
Timur, barat
Ruang azali alam semesta
Abadi
Disebuah sudut
Mentari ditengah-tengahnya
Dalam orbitnya, bintang-bintang dan kunang-kunang berputaran

Seluruhnya: satu semesta
Di sebuah sudut lain
Ada semesta lain
Dan di sebuah sudut lain
Juga ada semesta lain
Dan yang lain
Dua, sepuluh, seribu, sejuta, billion
Tak seorang pun mengetahui banyaknya

billionan, billionan, billionan…..

Tulislah hanya angka satu di atas selembar kertas
Letakkan kosong sebanyak mungkin sesudah angka satu itu
Pabila kertas habis, ambillah kertas yang lain
Pabila kertasmu habis, beli lagi
Pabila botol tintamu kering, ganti dengan botol-botol yang lain
Pabila tintamu habis terpakai, belilah tinta lain
Pabila tanganmu letih, kelu
Mintalah sahabatmu untuk menambahkan kosong-kosong.

Pabila tangan sahabatmu lelah, lanjutkan olehmu
Pabila engkau berhenti untuk makan, biarlah sahabatmu melanjutkan
Dan kala kau tuliskan kosong-kosong, biarlah sahabatmu makan
Pabila malam menjelang, tidurlah bergiliran
Kau dapat menambahkan kosong-kosong ketika sahabatmu terlelap
Pabila dia terbangun, tidurlah engkau
Dan biarlah dia terus menambahkan kosong-kosong
Pabila kalian berdua menua
Mintalah anak-anakmu melanjutkan tugasmu
Pabila akhir hidupmu
Kala kau menua-merenta
Berhentilah barang sesaat

Pada mulanya kalian hanyalah dua kanak-kanak
Kalian hanya tahu cara menambahkan kosong-kosong
Kini kau telah melemah-melumpuh
Kau hanya mampu menghitung angka-angka kosong
Sekali lagi, kau hanyalah seorang kanak-kanak
Persis seperti hari-hari pertamamu
Saat kakak-kakakmu menyusulmu
Membelaimu, merawatmu
Dan sesekali bercanda menggodamu
Dan kini kaum muda mengerjakan itu
Lantaran kau telah menjadi kekanak-kanakan
Lantaran kau hanyalah seorang kanak-kanak tua
Berambut, berjanggut
Kini kau telah berjalan
Delapan puluh, sembilan puluh, seratus tahun,
Bekerja selama seratus tahun
Kau telah menempuh
Puluhan tahun, dan tahun, dan tahun kehidupanmu
Pada akhir kerjamu
Kau mencapai permulaan
Kau menjadi kanak-kanak lagi

Dulu kau hanyalah debu
Lalu menjelma menjadi makanan
Sesuap dimulut bapamu
Sesuap dimulut ibumu
Zarah dalam rahim ibumu
Zarah dalam kandung-mani bapamu
Bapa dan ibumu menikah
Zarah itu dan zarah ini menyatu
Lalu menjelmalah engkau
Dalam rahim ibumu

Seperti telur dalam rahim ayam
Dengan kehangatan tubuh ibumu
Darahnya beredar disekujur tubuhmu
Kau terwujud, kau terbentuk
Bagai ayam di dalam telur dalam eraman induknya
Sembilan bulan, sembilan hari, sembilan jam berlalu
Ibumu merasakan kesakitan
Kau retakkan dinding telur
Kau menyembul
Kau jatuh dalam buaian

Matamu tidak dapat melihat
Telingamu tidak dapat mendengar
Kakimu tidak dapat menyangga tubuhmu
Tanganmu tak mampu menggapai sesuatu
Fikiranmu tidak bekerja
Kau tak memahami apapun
Kau tidak mengenal siapapun
Kau jatuh dalam buaian

Kau hanya tahu tiga hal:
Menyusu…. mengompol…. menangis

Seratus tahun berlalu….
Matamu tak dapat melihat, telingamu tak dapat mendengar
Kakimu tidak dapat berjalan, Fikiranmu tidak bekerja
Kau tak memahami apapun
Kau tak mengenal siapapun
Kau tergolek di tempat tidur
Kau hanya tahu bagaimana melakukan tiga hal:

1-…………2-………….3-…………!!

Tiba-tiba kau mati
Kau bertarung ke dalam rahim bumi
Sekali lagi, kau menjelma debu
Tiada apapun tersisa darimu
Kecuali bahawa kau tetap ada

Manusia beredar
Seperti bumi, waktu, musim semi,
Seperti setiap sesuatu
Air, bunga, pohon, bumi, mentari, galaksi, semesta
Yang berputar

Kau bukanlah apa-apa, kau hanya debu, kau beredar
Kau tak menjadi apapun, kau hanya menjadi debu
Apa yang tertingal darimu?
Yang tertinggal adalah kesalehan yang kau kerjakan
Yang tertinggal adalah setiap kebaikan yang kau kerjakan (untuk manusia)
Ertinya, pabila kau lakukan kebaikan, kau ada

Kini, duduklah wahai kanak-kanak tua
Berapa banyak bintang yang ada disana?
Berapa semesta?
Satu yang diikuti sejuta kosong?
Seratus juta kosong?
Satu nillion?
Seratus billion?
Kau tak dapat menghitung
Satu yang diikuti seratus meter kosong?
Satu kilo meter?
Seratus ribu kilo meter?

Apakah yang sesungguhnya ada?
Lipatgandakan ia dengan cara yang sama
Apakah hasilnya?
Lagi, kalikan ia dengan dirinya
Lalu kalikan lagi, dan lagi

Pabila kertas telah penuh terisi
Ambil selembar kertas lagi
Pabila kertasmu habis
Beli lagi
Pabila tintamu habis
Pabila tanganmu lelah
Tidurlah…makanlah…sahabat…lanjutkan…anak-anak…

Berapakah jumlah bintang?
Planet
Segala sesuatu yang ada di alam?
Satu

Yang mengikuti satu
Adalah kosong-kosong
Ribuan kosong
Sejuta?
Sebillion?
Seratus kilo?
Atau lebih?
Berapa jauh rentetan kosong merentang, mengikuti satu?
Hingga melompati dinding kota?
Menembus gunung?
Menyeberang lautan?
Jauh melampaui tanah lapang?
Tepat di cakrawala?
Atau bahkan di dinding dunia ini,
Menghunjam jauh ke petala bumi?
Tidak! tidak!
Selamanya dan di mana saja
Hingga di manapun di setiap tempat
Sejauh engkau dapat menghitung
Dan dapat meletakkan kosong-kosong dibelakang satu
Jumlah tetumbuhan
Burung, haiwan melata, haiwan buas
Manusia, malaikat
Bumi dan langit
Bintang, matahari, semesta
Semua yang tampak, semua yang tak tampak
Atas dan bawah
Indah dan jelek
Baik dan buruk
Apapun yang ada, apapun yang ada di dunia

Apa saja yang diberi nama di dunia ini
Segenap alam, segenap ciptaan, segalanya
Itulah makna alam raya

Segala yang ada di alam
Apapun yang tampak dan tak tampak
Apapun yang ada di bumi atau di langit
Alam benda, tetumbuhan
Haiwan dan manusia
Bintang, matahari, alam raya
Inilah segala yang ada

Satu, yang diikuti kosong-kosong yang tiada habis-habisnya
Lihat!
Hanya satu yang disebut bilangan
Lihat!
Ia adalah satuan
Selain satu
Entah sepuluh, seratus, seribu, sejuta, sebillion
Atau bilangan apapun yang tak dapat dihitung
Semuanya bukan bilangan
Bukan apa-apa
Semuanya ada, semuanya tiada
Semuanya tiada tetapi ada
Mereka adalah kosong
Itulah, mereka menganga hampa
Semuanya bukan apa-apa
Semuanya absurd
Semuanya tidak bermakna
Semuanya tiada, semuanya bukan bilangan
Semuanya tiada

Kerana hanya satu yang benar-benar bilangan
Dan ia adalah satuan

Tapi lahatlah, apa yang terjadi bila kosong mengikuti satu…
Bila kosong-kosong diletakkan sesudah satu…???!!!
Mereka ubah satu menjadi satu juta, satu billion

Tetapi
Hanya satu yang disebut bilangan

Dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, tak lebih hanya satu yang berjumlah dua, satu yang berjumlah tiga, satu yang berjumlah empat, satu yang berjumlah lima, satu yang berjumlah enam, satu yang berjumlah tujuh, satu yang berjumlah lapan, satu yang berjumlah sembilan
Sepuluh, sebelas, dua belas, tiga belas, empat belas, lima belas, enam belas, tujuh belas, lapan belas, sembilan belas dan dua puluh
Tiga puluh, empat puluh, lima puluh, enam puluh, tujuh puluh, lapan puluh, sembilan puluh, seratus……
Dua ratus, tiga ratus, empat ratus, lima ratus, enam ratus, tujuh ratus, lapan ratus, sembilan ratus, seribu, sejuta, sebillion, setrillion, dan semuanya itu…..

Yang benar-benar ada
Hanyalah satu
Yang lainnya cuma kosong-kosong

Dalam matematik
Cuma satu itulah bilangan
Dijagat raya ini
Yang ada hanya satuan matematik

Yang tersisa hanyalah kosong-kosong
Semuanya kosong
Semuanya bukan apa-apa

Semuanya absurd dan menganga hampa
Kosong: lingkaran menganga hampa
Ia ciptakan lingkaran berakhir ditempat bermula
Bukan sesuatu
Segalanya,
Hanya
Satu yang diikuti oleh kosong-kosong yang tiada habis-habisnya
Koosng: lingkaran menganga hampa, absurd, bukan sesuatu

Pabila ia ingin menjadi hanya dirinya sendiri
Sendiri, hanya sendiri
Atau bila ia berjejer dengan kosong lainnya
Ia tetap……bukan apa-apa….
Tetapi bila ia mengikuti satu…?
Bila ia berusaha mengada, hanya dapat dengan satu
Ia bebas dari keabsurdan dan kesendirian
Ia menjadi pasangan angka satu

Engkau, duhai anakku
Yang berusia sembilan atau sepuluh tahun
Yang dulu tiada, yang dulu debu, menjelma makanan
Kemudian delapan puluh atau sembilan puluh tahun
Kau kan berubah menjadi kanak-kanak tua
Kembali menjelma menjadi tiada
Menjadi debu
Kau akan berputar
Bagai lingkaran
Tanpa tujuan, tanpa makna, menganga hampa
Sekali lagi penghabisan
Kau akan tiba dipermukan
Persis kosong

Pabila kau hidup hanya untuk dirimu
Pabila kau ingin ada hanya untuk dirimu sendiri, hanya sendiri
Pabila kau hanya mau bergandingan dengan kosong-kosong
Hidupmu akan berputar kembali menuju dirimu sendiri
Persis sebuah kosng

Kau akan berputar dan berputar terus pada lingkaran
Kau akan beku
Bagai sebuah laguna, bagai sebuah kolam
Kau akan menetap bagai sebuah lingkaran
Bagai kosong

Tapi bila kau ikuti
Yang Satu…?

Bila kau hanya ingin menjadi
Hanya untuk satu
Bebaskanlah dirimu
Dari keabsurdan dan kesendirian
Dan menjadi sahabat
Yang Satu
Kau mesti hidup
Untuk yang lainnya
Hidupmu bagai garis ufuk, bergerak ke depan
Bagai sebujur jalan
Bagai sealir arus

Kala kau berpisah dari dirimu sendiri
Kala kau tiba di titik akhir
Kau akan bergerak ke depan bagai sebujur jalan
Menuju sebentang padang hijau
Kau akan mengalir kelaut bagai sealir arus

Bila engkau ikuti Yang Satu
Dan berusaha mengada
Hanya untuk satu
Dan keluar dari keabsurdan dan kesendirian
Dan menjadi sahabat
Yang Satu

Kau harus mati
Demi yang lain
Hidupmu akan menaik-membumbung
Bagai garis menegak Bagai gelombang
Bagai badai
Bagai puncak tinggi menjulang
Di antara bebukitan
Bagai sebatang pohon cemara
Bebas seperti lumut diantara lelumutan
Tumbuh kearah mentari
Menjulang tinggi keangkasa
Jadilah manusia agung
Bagai seorang syahid
Seorang Imam
Diantara rubah serigala
Bangkit
Berdiri
Diantara kosong-kosong
Bagai Yang Satu

Ya
Hanya satu itulah bilangan
Satu-satunya bilangan satuan
Bilangan bintang-bintang, jagat raya
Bumi dan langit
Bilangan segala sesuatu di alam semesta

Satu
Yang diikuti oleh
Kosong-kosong
Yang tiada habis-habisnya
Hanya satu yang ada
Selain satu, tiada

Selain Tuhan
Tak sesuatupun ada
Tak seorangpun ada

Komen-komen»

1. cahaya ketuhanan - September 9, 2009

salam,,,kesluruhan dalam menyeluruh,,,selami lah dengan dalamm,,,nescaya akan telhat rahsia didalamnya,,,,allah meliputi seluruh diri insan dan seluruh alam semesta raya dan seluruhnnya kerana allahlah berkuasa menetapkan seluruh diri insan dan alam semestara raya dan seluruhnya dengan ketetapan yang tersendiri dengan lengkap dan sempurnanya dalam peraturanNYA di dalam ILMU ALLAH semata-mata..sesungguhnya tiada apa-apa melainkan hanya allah semata atas seluruhnya,,,,allah lebbih mengetahui atasa seluruhnya,,,,amin..


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: